Salah satu mekanisme dalam seleksi mandiri masuk PTN adalah seleksi mandiri dengan menggunakan nilai SBMPTN. Nah apa sih maksudnya itu? Gimana prosedur seleksinya?

Yuk baca artikel berikut ini.

Buat kamu yang belum lolos di SBMPTN ini, masih ada satu jalur masuk PTN yaitu melalui seleksi mandiri. Seleksi mandiri adalah seleksi yang dilaksanakan oleh PTN di luar SNMPTN maupun SBMPTN. Hampir semua PTN melaksanakan seleksi mandiri untuk program S1-nya. Nah karena dilaksanakan oleh masing-masing PTN sendiri, maka mekanisme seleksi, dan tentu saja, aturan seleksinya juga tergantung masing-masing PTN.

Beberapa bentuk seleksi mandiri yang diselenggarakan oleh PTN antara lain:

1. Tes

  • Ujian mandiri: seleksi melalui tes yang dilakukan oleh kampusnya sendiri (misalnya SIMAK UI, UTUL UGM, UTM IPB, dll.)
  • Ujian bersama: seleksi melalui tes secara bersama-sama oleh beberapa PTN (misalnya SMMPTN Barat yaitu seleksi mandiri bersama PTN-PTN yang berada di wilayah barat)

2. Tanpa tes

  • Seleksi raport: seleksi tanpa tes melalui nilai raport (misalnya PBUTM UGM)
  • Seleksi melalui nilai SBMPTN (misalnya seleksi mandiri Unair, ITS, UB, UPN Jakarta, UNS, dll.)

Dengan alokasi penerimaan jalur mandiri sekitar 30% kuota, maka peluang untuk diterima di jalur ini cukup terbuka.

Khusus untuk seleksi dengan tes atau seleksi raport, kurang lebih kamu sudah paham lah ya tentang sistem atau mekanisme pelaksanaannya.

Nah biasanya, masih banyak siswa yang belum paham tentang seleksi melalui nilai SBMPTN. Oleh karena itu dalam artikel ini aku akan mencoba membahas lebih detail seluk beluk seleksi mandiri PTN dengan menggunakan nilai SBMPTN.

Gambaran Umum

Mulai tahun 2017 kemarin, cukup banyak PTN yang mengubah jalur seleksinya dari tes tertulis menjadi tanpa tes memakai nilai SBMPTN. Hal ini mengacu pada Permenristekdikti Nomor 126 Tahun 2016 Tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana Pada Perguruan Tinggi Negeri, Pasal 12 (dua belas)  ayat 2 (dua) yang menyatakan bahwa,

“Seleksi Mandiri yang dilaksanakan oleh masing-masing PTN menggunakan atau memanfaatkan nilai hasil tes SBMPTN yang difasilitasi oleh Panitia Pusat”.

Oke, jadi seleksi mandiri melalui nilai SBMPTN merupakan seleksi tanpa tes dengan melihat nilai SBMPTN.

Jadi misalnya setelah kamu daftar, PTN penyelenggara seleksi mandiri akan meminta nilai SBMPTN-mu ke panitia SBMPTN. Lalu dari nilai yang didapat dari panitia SBMPTN, nilaimu akan diranking bersama anak-anak yang memilih di jurusan yang sama. Jika setelah diranking kamu masuk kuota diterima, maka kamu akan lolos. Jika tidak, maka ga lolos.

Proses seleksi ini berlangsung tanpa kamu tau nilai SBMPTN-mu. Jadi setelah daftar, kamu cenderung pasif, tinggal nunggu hasil seleksinya saja.

Persyaratan Umum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *